Jual Makanan Anjing-Kucing, Accecories, Vitamin, Shampoo

Percayakan Kebutuhan Hewan Kesayangan Anda Kepada Kami Karena Kepuasan Anda Adalah Tujuan Kami

Ada beberapa faktor penting yang dapat mempengaruhi kesehatan kucing, yaitu :

  1. Sanitasi kandang

-  kandang yang bersih, akan membuat kucing betah di dalamnya.

pastikan kandang kucing maupun alat-alat seperti : tempat makan,

tempat minum, tempat kotoran selalu bersih dan diberi desinfektan

secara rutin.

-  desinfektan yang dapat digunakan seperti : cairan pemutih pakaian

yang  mengandung 0,17 % sodium hiplorida.

2.  Keadaan lingkungan

-  ukur kelembaban udara dengan hidrometer

-  suhu udara yang ideal : 21 sampai 24 derajad celcius

-  dalam membuat kandang yang banyak terdapat ventilasi sehingga dapat

pergantian udara.

3.  Jangan over crowded

ialah dimana satu kandang mengalami kelebihan kucing atau terlalu banyak

kucing didalamnya. karena akan menyebabkan mudahnya penyakit

menular.

Tips merawat anak kucing

Jun-13-2013 By admin

Merawat anak kucing sejak umur o hari…..

  • setelah lahir anak kucing harus diberi susu induknya dalam waktu 10 – 20 menit. Beri makanan yang lebih kepada induknya dan  vitamin, karena dia menyusui anak-anaknya.
  • pastikan anak kucing mendapatkan kehangatan dengan diberi alas handuk.
  • anak kucing dapat memakan makanan pada usia dua sampai tiga minggu. beri makanan yang lembek untuk belajar mengunyah.
  • sejak dini sudah dilatih untuk buang kotoran dinampan, dengan menyediakan nampan yang berisi pasir. gantilah pasir setiap hari.
  • anak kucing rajin diberikan obat cacing sejak umur 3 bulan.
  • anak kucing mulai dapat disapih umur 2,5 bulan. dan sudah bisa memakan makanan kering.
  • anak kucing harus sering kontak terhadap manusia mulai umur 2-7 minggu. dengan diajak bermain dengan bola-bola, tali, mainan khusus kitten, dll.

Tips Bepergian bersama anjing

Jun-9-2013 By admin

ada kalanya kita ingin berpergian keluar kota bersama anjing kesayangan anda atau ingin mengikuti pameran anjing rasa diluar kota, maka perlu tips sbg brkt :

  • minimal 6 jam sebelum berangkat, anjing anda sudah harus dipuasakan untuk mencegah anjing muntah atau buang air besar saat diperjalanan.
  • Gunakan kennel box yang sesuai  dengan ukuran anjing anda.

%hc petshop %petshop online       %hc petshop %petshop online

  • sediakan koran bekas, atau plastik, apabila anjing muntah atau buang air besar.
  • berhentilah setiap 3-5 jam sekali untuk mengeluarkan anjing. ajaklah anjing berjalan-jalan selama 15 menit, saat istirahat bisa diberi minum.
  • untuk menjaga staminanya, berikan makanan pengganti berupa gel atau pasta. air minum dicampur dengan madu atau gula merah.
  • setelah tiba, jangan langsung diberi makan. tunggu sampai 2 jam agar anjing beradaptasi.

1.  Rabies

adalah penyakit infeksi tingkat akut pada susunan saraf pusat yang disebabkan oleh virus rabies. Penyakit ini bersifat zoonotik, yaitu dapat ditularkan dari hewan ke manusia. Virus rabies ditularkan ke manusia melalu gigitan hewan misalnya oleh anjing, kucing, kera, rakun, dan kelelawar. Rabies disebut juga penyakit anjing gila.

Ada tiga golongan :

  • Stadium Melancholium, yang mengakibatkan anjing terlihat gelisah, kehilangan selera minum dan makan.
  • Stadium Exitatie, yang dalam beberapa hari saja dapat membuat anjing menggigit apa saja, lalu kabur sampai beberapa kilometer
  • Stadium Paraltycum, yang dalam waktu seminggu dapat membuat anjing menjadi lumpuh dan mati.
%hc petshop %petshop online
gambar anjing terkena rabies :
%hc petshop %petshop online          %hc petshop %petshop online           %hc petshop %petshop online

2.  Canine Distemper

merupakan penyakit akut sampai subakut pada hewan yang menyerang saluran pencernaanpernapasan dan sistem saraf pusat. Virus distemper dapat menyerang semua umur, namun paling sering pada anjing muda dan tingkat mortalitasnya juga lebih tinggi. Canine distempermenyerang hewan dalam keluarga CanidaeMustelidaeMephitidaeProcyonidae dan kemungkinan Felidae. Agen virus yang menyebabkan penyakit ini dikenal dengan nama canine distemper virus (CDV).Virus ini dapat ditransmisikan melalui aerosol (udara), dimana droplets tersebut berasal dari napas atau sekresi nasal hewan penderita distemper .

Canine distemper merupakan penyakit fatal yang sering menyerang saluran pernapasan, saluran cerna dan sistem syaraf pusat. Penyakit ini dapat menyerang anjing berbagai usia. Namun penyakit ini sering menyerang anjing berusia di bawah 1 tahun.

Penyakit ini ditandai dengan demam, leukopenia, gangguan pencernaan serta sering disertai dengan komplikasi pneumonia dan gangguan saraf. Gejala klinis yang timbul bila telah berlanjut pada susunan syaraf pusat seperti kejang-kejang dan myoclonus yang disertai dengan depresi, ataksia, paresis, paralisis dan tremor. Hewan yang terlihat kejang-kejang menandakan bahwa infeksi telah menyebar sampai otak dan menyebabkan kerusakan saraf. Kerusakan yang terjadi pada neuron dan astrosit oleh virus distemper menyebar secara perlahan namun infeksi ini menyebabkan kematial sel secara besar-besaran termasuk pada sel neuron yang tidak terinfeksi. gejala lainnya : demam, gelisah, tidak nafsu makan, mencret, keluar cairan ingus, batuk dan radang paru.

%hc petshop %petshop online     %hc petshop %petshop online

3. Parvo virus

Parvovirus merupakan virus DNA rantai tunggal, berukuran kecil, dan tidak berkapsul.Parvovirus yang menyerang anjing adalah Canine Parvovirus tipe 2 (CPV-2).  Virus dapat tetap bersifat infeksius di tanah yang terkontaminasi feses selama lebih dari 5 bulan pada kondisi yang sesuai. penyebaran penyakit ini sama dengan canine distemper. hanya 10% dari penderita penyakit ini yang bisa bertahan hidup.
gejala pada anjing : mengalami diare darah, muntah darah, anoreksia, demam, kelemahan tubuh, limfopenia terutama neutropenia. Hewan juga mengalami dehidrasi, penurunan berat badan, dan rasa sakit di bagian abdominal.

Masa kritis akan berlangsung selama 3 hari (72 jam). Terhitung 24 jam dari buang air besar berdarah pertama, ini adalah masa puncak kritis parvovirus menyebar menyerang tubuh dimana (pada kasus akut) ditemukan banyaknya penderita yang tidak dapat melewati fase ini khususnya pada detik – detik akhir fase tersebut (detik – detik mendekati 24jam).

Ketika memasuki waktu 24 – 48 jam ini adalah fase penyesuaian tubuh terhadap virus, tubuh mulai menyesuaikan diri dan menyusun zat antibodi. Pada Fase 24 – 48 jam ini, gejala muntah dan buang air besar berdarah tetap dijumpai, namun intensitasnya berkurang.

Ketika memasuki waktu 48 – 72 jam, tubuh penderita mulai memproduksi zat antibodi hasil penyesuaian tubuh pada fase sebelumnya. Fase ini bisa disebut fase anti-klimaks (penyembuhan) namun tidak menutup kemungkinan ketidak-berhasilan tubuh beradaptasi yang mengakibatkan kematian.

Setelah melewati tiga fase tersebut (lewat dari 72 jam terhitung dari buang air besar berdarah pertama) peningkatan kesehatan akan mulai terlihat secara signifikan.