Jual Makanan Anjing-Kucing, Accecories, Vitamin, Shampoo

Percayakan Kebutuhan Hewan Kesayangan Anda Kepada Kami Karena Kepuasan Anda Adalah Tujuan Kami

Cara Memandikan Anjing

Jul-4-2011 By admin

Anjing peliharaan juga memerlukan kebersihan terutama menjaga kebersihan badan dengan mandi. Bila hewan dalam keadaan bersih, maka akan terhindar dari kuman-kuman dan penyakit kulit. Hewan peliharaan sebaiknya dimandikan satu atau dua kali sebulan secara rutin agar bulu anjing tidak menggumpal. Namun sebelum memandikan anjing anda harus dipastikan dalam kondisi sehat.

%hc petshop %petshop online

Langkah-langkah memandikan  :

1. Langkah pertama, bersihkan dulu telinga dengan kapas yang sudah diberi baby oil atau cairan khusus pembersih telinga. Kemudian setelah bersih, tutup kedua lubang telinga dengan kapas agar saat dimandikan tidak kemasukan air.

2. Potong semua kuku yang panjang dan tajam dengan alat pemotong khusus.

3. Potong dan rapikan bulu-bulu yang ada di telapak kaki, pergelangan kaki, ujung telinga, ujung ekor.

4. Sisir bulu anjing dengan sisir khusus agar bulu yang sudah mati dan kusut terlepas. Sebaiknya anjing dirantai agar mudah dikendalikan.

5. Anjing dimandikan dengan air hangat bisa menggunakan shower atau air di ember. Lipat telinga anjing ke bawah sewaktu menyiram bagian kepala agar air tidak masuk ke telinga.

6. Berikanlah shampoo khusus anjing dengan mengusapkannya sedikit demi sedikit dari kepala sampai ekor lalu digosok-gosok dengan cepat hingga berbusa. selanjutnya bulu disikat secara berlawan arah agar kulit dan bulu tercuci sempurna. lakukan dengan hati-hati untuk mencegah busa sampo masuk ke mata.

7. Kemudian siram dengan air secara perlahan sampai bersih tidak berbusa.

8. Keringkan bulu anjing memakai handuk atau canebo sampai setengah kering. Kemudian dilanjutkan dengan mesin pengering dengan tingkatan panas sedang. Sambil dikeringkan, bulu disikat dan disisir secara berlawan arah tumbuh bulu.

9. Setelah sudah rapi dan bersih, dapat disemprotkan sedikit parfum khusus untuk menyempurnakan penampilan.

Masa Birahi Kucing

Jul-4-2011 By admin

Dalam satu tahun, masa birahi kucing betina sebanyak tiga kali yaitu setiap tiga bulan sekali, biasanya pada pertengahan Januari sampai Maret, Mei sampai Juni dan Agustus sampai September. Jarak tiga sampai lima minggu masa birahi bisa berturut-turut dalam satu minggu.

Masa Birahi pertama pada kucing betina biasanya terjadi pada usia delapan sampai sembilan bulan. Pada masa birahi pertama, kucing jangan dikawinkan terlebih dahulu, sebaiknya tunggu sampai masa birahi kedua atau ketiga.

MENGETAHUI  MASA BIRAHI

Pada masa birahi, kucing betina mengalami beberapa perubahan, antara lain :

1. Bulu tubuhnya bersinar, bentuk tubuh menjadi bulat dan subur.

2. Gerak-geriknya lincah

3. Saat dibelai pantatnya, badan, punggung dan ekornya naik berdiri.

4. Sering menggeser-geserkan tubuhnya ke dinding dan berguling-guling.

5. Suaranya sangat nyaring tidak sama seperti biasanya.

CARA  MENGAWINKAN

1. Untuk masa perkenalan, kucing betina diletakkan dikurungan tersendiri, lalu kurungan ini dimasukkan ke dalam kamar yang sudah ada kucing jantannya. atau kucing betina dan jantan berada dalam kurungan yang terpisah, lalu diletakkan sejajar. Pertama-tama, kucing betina merasa tidak senang, tapi lama-lama akan terayu. Pada saat itulah, mereka dikeluarkan meskipun mereka akan bertengkar.

2. Cara merayu kucing betina yaitu dengan berguling-guling untuk menarik perhatian kucing jantan dan memberi tahu kucing jantan bahwa dia siap kawin.

3. Pada waktu perkenalan, kucing betina bisa menolak tetapi setelah beberapa menit maka kucing jantan bisa maju lagi.

4. Pada waktu kawin, kucing betina akan mengangkat pantatnya. Kemudian kucing jantan akan naik ke punggung kucing betina dan menggigit leher kucing betina.

5. Sesudah proses kawin, kucing betina akan mengeong keras dan berguling-guling, bila didekati kucing jantan bisa menggigit.

6. Sesudah proses kawin, dalam dua atau tiga hari harus diulangi beberapa kali, untuk menjamin kucing betina bisa benar-benar hamil.

Waktu yang tepat untuk Vaksinasi

Jul-1-2011 By admin

Vaksinasi dilakukan dengan maksud untuk melindungi hewan kesayangan anda dari berbagai penyakit yang dapat menular atau berakibat fatal. Bahkan untuk hewan yang terawat, resiko itu dapat terjadi juga. Vaksinasi diperlukan untuk memberikan kekebalan terhadap penyakit penting.

Vaksinasi pertama pada anak kucing dapat dilakukan pada umur 8 minggu atau 2 bulan. Tetapi sebaiknya sebelum dilakukan vaksinasi, lakukanlah pemberian obat cacing terlebih dahulu 2 minggu sebelum vaksinasi. Saat akan dilakukan vaksinasi, kondisi kucing harus dalam keadaan sehat (tidak diare, tidak muntah, tidak demam, tidak berkutu, tidak ada radang dimata, telinga, mulut, dll) agar kucing tersebut dapat maksimal dalam pembentukan antibodinya. Setelah dilakukan vaksinasi, sebaiknya kucing jangan digrooming terlebih dahulu sampai 2 minggu karena ditakutkan saat kucing digrooming dia akan stress atau drop maka antibodi tidak dapat terbentuk dengan baik. Kemudian lakukan vaksinasi kedua diulang setelah 1 bulan dari vaksinasi pertama. Vaksinasi berikutnya dilakukan setiap 1 tahun sekali dihitung dari vaksinasi kedua.

contohnya  :

Vaksin I  :   tanggal  17  Juni 2011

Vaksin II :  tanggal 17 Juli 2011

Vaksinasi Ke III :  tanggal 17 Juli 2012

Vaksin berikutnya : diulang setiap tahun

 

Vaksinasi tersebut dapat melindungi kucing dari penyakit-penyakit berikut :

1. Feline Viral rhinotracheitis  yang merupakan gangguan pernafasan atas yang disebabkan oleh  virus herpes type 1. Menyebabkan bersin, batuk, mata dan hidung berair, hilang nafsu makan dan sampai kematian.

2. Calcivirus  yang  juga merupakan gangguan pernafasan atas pada kucing. Menyebabkan radang mulut, radang pada telinga, hilang nafsu makan dan sampai kematian.

3. Panleukopenia  (Feline Distemper)  yang menyebabkan radang usus, diare, muntah, dehidrasi sampai kematian.

 

 

 

“Mengapa anak anjing saya masih tertutup matanya?”   ” Mata anak kucing saya sudah terbuka, tapi apakah dia buta?”   “Anak anjing saya sudah berumur satu bulan, apakah normal bila belu bisa berjalan?”

Pertanyaan- pertanyaan seperti ini sering diajukan oleh pemilik anjing dan kucing. Anak anjing dan kucing berbeda dengan anak kuda atau sapi. Anak kuda dan sapi setelah lahir dalam jarak kurang dari 1 jam sudah dapat berdiri, berlari dan berjalan. Sedangkan anak anjing dan kucing setelah lahir masih dalam keadaan lemah, mata tertutup, dan masih membutuhkan perawatan intensif.

%hc petshop %petshop online %hc petshop %petshop online

TUMBUH KEMBANG ANAK ANJING

MINGGU  PERTAMA  (0 – 7  HARI)

Anak anjing yang baru lahir hanya mempunyai 2 macam aktivitas, yaitu 90 % waktunya digunakan untuk tidur dan 10 % untuk menyusu ke induknya. Anak anjing dapat mengangkat kepalanya dan bila di telentangkan dapat kembali ke posisi telungkup. Ia dapat maju dengan gerakan kaki seperti mendayung. Secara refleks anak anjing akan bergerak ke arah yang lebih hangat seperti ke arah induknya dan dengan instingnya dia akan mencari puting susu induknya bila merasa lapar.

Pada minggu pertama ini, banyak fungsi otaknya yang belum bekerja seperti fungsi mengatur suhu tubuh, mengendalikan buang air besar dan kecil. Maka dari itu untuk mengatasinya, ia menghangatkan tubuh dengan mendekat ke induknya dan hanya buang air besar-kecil bila dijilati oleh induknya.

MINGGU  KEDUA (8 – 14  HARI)

Kelopak mata atas dan bawah mulai terpisah dan mata membuka pada umur sekitar 10 – 14 hari. Pada waktu itu anak anjing belum bisa melihat. Pada akhir minggu kedua masuk ke minggu ketiga, liang telinga mulai terbuka, tetapi masih belum bisa mendengar.  Kaki belakang dapat menyangga tubuhnya, dapat berdiri dan mulai berjalan dengan sempoyongan.

MINGGU  KETIGA  (15 – 21 HARI)

Anak anjing mengalami perkembangan yang pesat. Panca indera mulai berkembang, bisa melihat, mendengar dan mencium. Sudah dapat berjalan dengan baik, bermain dengan saudara-saudaranya. Pada akhir minggu ke tiga, pusat pengaturan suhu tubuh sudah berfungsi, tetapi tetap diperhatikan lingkungan sekitarnya jangan terlalu dingin dan panas.

MINGGU  KEEMPAT (22 – 28  HARI)

Pada minggu ini, gigi seri dan taring mulai tumbuh,dan secara bertahap kita dapat mengajarkan anak anjing untuk dapat menjilat susu dan makan makanan padat. Anak anjing lebih aktif, saat bermain sudah bisa menggoyangkan ekornya, menggeram, menggonggong, saliong menggigit, berlari dan meloncat.

%hc petshop %petshop online

MINGGU  KELIMA DAN SETERUSNYA

Gigi geraham mulai tumbuh, induk ada yang mulai menolak untuk menyusui anaknya karena kesakitan. Pada minggu keenam, sudah waktunya menyapih anak anjing. Vaksinasi dapat dilakukan pada umur 6 minggu.

 

TUMBUH KEMBANG ANAK KUCING

Perkembangan anak kucing pada dasarnya hampir sama dengan perkembangan anak anjing meskipun ada juga perbedaannya.  Kelopak mata anak kucing pada umumnya lebih cepat membuka, yaitu sekitar umur 8 hari. Liang telinga membuka pada umur 6 – 14 hari, namun sama seperti pada anak anjing, pendengaran dan penglihatan baru mulai berfungsi pada umur 3 minggu.

Kaki depan dapat menyangga tubuh pada minggu pertama, kaki belakang pada minggu kedua dan mulai berjalan pada minggu ketiga. Anak kucing dapat memanjat pada umur 4 – 5 minggu. Anak kucing mempunyai refleks dimana mereka dapat mendarat di atas kakinya bila jatuh, atau bila dilempar ke atas itu terlihat pada umur 3 – 4minggu dan menjadi sempurna pada umur 5 – 6 minggu.

CACINGAN & PENANGGULANGANNYA

May-6-2011 By admin

Cacingan pada kucing sering terjadi. Padahal banyak yang beranggapan “Bagaimana bisa kucing saya terkena cacingan padahal tidak pernah keluar rumah dan selalu menjaga kebersihan“. Itu semua tidak menutup kemungkinan untuk terjadinya cacingan pada kucing anda. penyakit ini tidak mengenal usia dan memiliki derajat yang berbeda-beda dari ringan sampai berat. Ada 2 (dua) jenis cacing yang biasa menyerang kucing yaitu Cacing Gilig / Round worm dan Cacing Pita / Tape Worm yang memiliki 2 species : Taenia sp. dan Dipylidium sp.

%hc petshop %petshop online %hc petshop %petshop online

Cacing Gilig                                        Cacing Taenia sp.

Ada beberapa faktor yang menyebabkan seekor kucing terkena cacingan yaitu :

  1. Berasal dari air susu induk yang mengandung larva cacing dalam saluran pencernaan, larva tumbuh menjadi dewasa dan berkembang biak.
  2. Kucing lain yang terinfeksi cacing.
  3. Lingkungan seperti rerumputan, tanah, bak pasir, pasir yang terdapat telur cacing.
  4. Melalui vektor pembawa seperti tikus dan pinjal / kutu.

Gejala yang sering tampak pada kucing yang terkena cacing  :

  1. Tubuh kucing tampak kurus, meskipun banyak makan
  2. Perut membesar
  3. Bulu tampak kusam dan berdiri-berdiri
  4. Mata selalu belekan dan kotor.
  5. Bila sudah parah gejala yang tampak muntah-muntah, lemas, tidak mau makan, muntah keluar cacing, diare keluar cacing dan sampai terjadi kematian

Maka dari itu semua, kita tidak boleh begitu saja menganggap remeh cacingan. Langkah awal yang harus dilakukan adalah dengan tindakan pencegahan yaitu  :

1.  Obat Cacing

Dalam pemberian obat cacing harus tepat waktu, dapat dimulai dari umur kucing 1,5 bulan dengan pemberian obat  “Combantrin” atau “Pyrantel Pamoat”. Setelah kucing kita berumur 3 bulan dapat diberikan obat cacing “Drontal Cat” yang dosisnya tergantung berat badan. Obat cacing ini diulang kembali setiap 3 bulan sekali. Tetapi, disini harus diperhatikan bahwa dalam pemberian obat cacing, kucing anda tidak dalam keadaan bunting dan dalam keadaan benar-benar sehat, dalam artian tidak muntah, tidak diare, tidak kutuan, tidak lemas.

2.  Memandikan kucing setidaknya 2 x dalam sebulan (2 minggu sekali), agar kotoran, pasir yang mengandung telur cacing dapat hilang larut dengan air.

3.  Mencegah kucing liar masuk ke dalam halaman rumah atau dalam rumah

4. Melakukan pemberantasan pinjal, tikus karena mereka merupakan vektor pembawa telur cacing.

5.  Menjaga kebersihan kandang, tempat makan, bak pasir, sering mengganti pasir, lantai. Bisa juga digunakan desinfektan dengan disemprotkan.

Cacing Gilig

KUTU PADA ANJING DAN KUCING

Mar-8-2011 By admin

Disini kita akan membahas tentang kutu. Apakah “KUTU” itu? Mungkin itu pertanyaan dari orang awam yang belum mengetahuinya. Sebenarnya kutu adalah binatang parasit yang ukurannya kecil, tetapi meskipun kecil tetap membuat problem yang besar pada kesehatan anjing dan kucing kita. Kutu dapat dibedakan menjadi 3 macam : pinjal, caplak dan tungau. Jenis kutu yang sering menyerang kucing dan anjing adalah jenis pinjal. Kutu dapat tahan hidup selama beberapa bulan tanpa ada makanan, jika lingkungannya memenuhi kebutuhan hidupnya. Kutu ini biasanya menghisap darah dari inangnya. Biasanya kutu-kutu itu dapat ditemukan di tempat yang lembab dan hangat guna menyelesaikan siklus hidupnya seperti : terdapat di kandang, kursi, tempat tidurnya, karpet, ubin, dll. Kutu dapat bergerak cepat sehingga sulit untuk dilihat, tetapi kita dapat melihat telurnya (lingso) yang biasanya menempel disetiap helai bulu kucing yang terletak di bagian leher, perut, dan dekat pinggul.

Gejala-gejala yang biasanya tampak pada anjing dan kucing yang kutuan :

  1. Selalu garuk-garuk
  2. Bulu kusam
  3. Bulu sering rontok
  4. Gelisah
  5. Lemas / anemia karena kutu menghisap darah hostnya
  6. Tidak mau makan bila jumlah kutu banyak

%hc petshop %petshop online %hc petshop %petshop online

Kutu pada kucing

%hc petshop %petshop online

kutu pada anjing

 

Penularan dapat disebabkan oleh beberapa faktor :

  1. Tertular dengan kucing atau anjing lainnya yang ada di rumah kita
  2. Tertular dari anjing / kucing tetangga atau liar
  3. Kurang memperhatikan kebersihan kandang, dan perlengkapannya
  4. Kurang tuntasnya pembasmian kutu sehingga terjangkit kutu lagi

Cara pencegahan dan pengobatan bisa dengan beberapa cara  : langkah yang pertama bersihkan lingkungan rumah dan kandang, kemudian lakukan penyemprotan dengan desinfektan khusus kutu. Pisahkan kucing atau anjing lain yang sehat dengan yang berkutu. Lakukan pengobatan dengan menggunakan :

  1. Shampoo anti kutu
    Shampoo anti kutu cocok digunakan pada anak kucing berumur kurang dari dua bulan yang belum dapat diobati anti kutu lainnya. Beberapa pemilik kucing dewasa juga lebih menyukai cara ini karena selain dapat membasmi kutu/pinjal, juga membuat kucing lebih bersih. Pada saat memandikan, sebaiknya shampoo digunakan dua kali. Agar tuntas sebaiknya mandi shampoo anti kutu diulang dua minggu kemudian. Setelah itu, untuk tujuan pencegahan, pemberian shampoo dapat dilakukan 1 bulan sekali.
  2. Obat Tetes & Spray
    Ada banyak obat tetes & spray anti kutu yang di jual di petshop-petshop, seperti Accurate, Frontline, dll. Menurut saya Obat tetes Merk “Revolution” cukup efektif, karena ampuh membunuh kutu sampai telurnya juga. Obat ini  tidak  digunakan pada kucing dibawah umur 2 bulan. Diteteskan di kulit pangkal kepala di bagian belakang atau tengkuk, dimana kucing tidak bisa menjilat bagian tersebut.  Agar tuntas sebaiknya diulang 2-3 minggu kemudian. Dosisnya sesuai dengan berat badan kucing/anjing. Biasanya pemberian obat ini dilakukan setelah di grooming dahulu dengan shampoo kutu, setelah di grooming baru di teteskan di tengkuk.
  3. Suntikan Ivermectin
    Banyak orang salah kaprah menyebut suntikan ivermectin adalah suntikan anti jamur. Sebenarnya ivermectin tidak dapat membasmi jamur. Ivermectin dapat dipergunakan untuk membasmi cacing dan ektoparasit seperti kutu (pinjal, caplak dan tungau). Injeksi ivermectin harus dilakukan dengan hati-hati pada kucing umur kurang dari 4 bulan. Suntikan ivermectin tidak dianjurkan pada anak kucing berumur kurang dari 2 bulan, karena dapat menyebabkan keracunan dan mengganggu perkembangan ginjal.
  4. Bedak ada yang bermerek “dandie” atau “doris”, pemakaiannya di daerah tempat bermain. Bila bisa sebelum waktunya tidur supaya sisa bedak yang menempel jatuh di daerah tempat tidurnya, pagi harinya banyak kutu yg jatuh dalam kondisi mati atau kering. Ulangi selama beberapa hari terus menerus sampai dikira cukup. selanjutnya 1 kali seminggu atau dwimingguan pemberiannya.